Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2021

KELAS XI : RANGKUMAN DAN EVALUASI

Gambar
  Perilaku mulia (ketaatan) yang perlu dilestarikan adalah seperti berikut. 1.   Selalu   menaati   perintah   Allah   Swt.   dan   rasul-Nya,   serta   meninggalkan larangan-Nya, baik di waktu lapang maupun di waktu sempit. 2.   Merasa   menyesal   dan   takut   apabila   melakukan   perilaku   yang   dilarang   oleh Allah dan rasul-Nya. 3.   Menaati dan menjunjung tinggi aturan-aturan yang telah disepakati, baik di rumah, di sekolah maupun di lingkungan masyarakat. 4.   Menaati   pemimpin   selagi   perintahnya   sesuai   dengan   tuntunan   dan   syariat agama. 5.   Menolak   dengan   cara   yang   baik   apabila   pemimpin   mengajak   kepada kemaksiatan. Perilaku   mulia   (kompetisi   dalam   kebaikan)   yang   perlu   dilestarikan   adal...

KELAS X : Meneladani Perjuangan Rasulullah Saw di Mekah (Bagian 3)

Gambar
  B.  Reaksi Ka fi r Q uraisy terhadap Dakwah Rasulullah saw. Sebagaimana   yang   telah   disinggung   pada   bagian   sebelumnya,   kaum kaf i r Q uraisy terus berupaya menggalang kekuatan agar Rasulullah saw. dan upayanya dalam penyebaran ajaran Islam dapat dihent i kan. B erbagai upaya mereka lakukan, mulai mengajak berdialog dengan mengiming-imingi berbagai bantuan hingga kekerasan yang dilakukan terhadap Rasulullah saw. dan para sahabat   serta   pengikut   ajarannya.   Puncak   dari   kejengkelan   mereka   dengan cara memboikot Rasulullah saw. dan para sahabatnya serta pengikutnya dari boikot ekonomi dan politk. Apa   yang   menyebabkan   mereka   begitu   keras   menolak   dan   geram terhadap ajaran yang dibawa Rasulullah saw.? Apa yang salah dengan ajaran tentang kebenaran dan kasih sayang yang merupakan idaman semua manusia beradab? Sebetulnya mere...

KELAS XI : BERKOMPETISI DALAM KEBAIKAN DAN ETOS KERJA

Gambar
B. Kompetisi dalam Kebai k an Hidup   adalah   kompetisi untuk   menjadi   yang   terbaik, dan   juga   untuk   meraih   cita - cita yang   diinginkan.   Namun sayang,   banyak   orang   terjebak pada   kompetisi   yang   hanya  memperturutkan   hawa   nafsu duniawi   dan   jauh   dari   suasana robbani. Kompetisi   yang  hanya   memperturutkan   hawa nafsu,   contohnya   kompetensi mengumpulkan   harta   kekayaan atau   memperebutkan   jabatan dan   kedudukan.   Semuanya   bak fatamorgana,   indah   menggoda,   tetapi   sesungguhnya   tiada.   Bahkan,   tak   jarang dalam kompetisi diiringi “suu dh an” buruk sangka, bukan hanya kepada manusia, tetapi juga kepada Allah Swt. Lebih merugi lagi jika rasa iri dan riya ikut bermain dalam kompetisi tersebut. Lalu, ...