Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2021

KELAS XI : Hidup Damai dengan Toleransi, Rukun dan Menghindari Tindak Kekerasan (2)

Gambar
2.  Q.S. al-Maidah/5: 32 Sedangkan terjemah QS. Al-Maidah/5: 32 adalah sebagai berikut. “Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa barangsiapa membunuh seseorang, bukan karena orang itu membunuh orang lain, atau bukan karena berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia. Barang siapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua manusia. Sesungguhnya Rasul Kami telah datang kepada mereka dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas. Tetapi kemudian banyak di antara mereka setelah itu melampaui batas di bumi. (Q.S. Al-Maidah/5: 32).  Tafsir QS. Al-Maidah/5: 32 Menurut Tafsir Jalalain bahwa maksud ayat ini adalah karena perbuatan Qabil sebagaimana dikisahkan pada ayat sebelumnya, Kami tetapkan bagi Bani Israil, bahwa barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena berbuat kerusakan yang diperbuatnya di muka bumi berupa perzinahan atau perampokan dan sebagainya, ma...

KELAS X : MENJAGA KEHORMATAN DIRI DENGAN MENJAUHI PERGAULAN BEBAS DAN PERBUATAN ZINA (2)

Gambar
 2. Q.S. an-Nur/24:2 “Pezina perempuan dan pezina laki-laki, deralah masing-masing dari keduanya seratus kali, dan janganlah rasa belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama (hukum) Allah, jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian; dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sebagian orang-orang yang beriman.” (Q.S. an-Nur/24: 2) Berdasarkan kitab Sahihain melalui riwayat az-Zuhri, dari Ubaidillah ibnu Abdullah ibnu Atabah ibnu Mas’ud, dari Abu Hurairah dan Zaid ibnu Khalid al-Juhani tentang kisah dua orang Badui yang datang  menghadap kepada Rasulullah Saw. Salah seorang mengatakan: ”Wahai Rasulullah, sesungguhnya anak laki-lakiku ini pernah menjadi pekerja orang ini dan ternyata anak laki-lakiku ini berbuat zina dengan istrinya. Maka aku tebus anak laki-lakiku ini darinya dengan seratus ekor kambing dan seorang budak perempuan. Kemudian aku bertanya kepada orang-orang yang ‘alim, maka mereka mengatakan bahwa anakku dikena...

KELAS XI : Hidup Damai dengan Toleransi, Rukun dan Menghindari Tindak Kekerasan (1)

Gambar
1.  Q.S. Yunus/10: 40 - 41 Terjemahan Q.S. Yunus/10:40-41 secara utuh adalah sebagai berikut. Artinya: Dan di antara mereka ada orang-orang yang beriman kepadanya (Al-Qur’an), dan di antaranya ada (pula) orang-orang yang tidak beriman kepadanya. Sedangkan Tuhanmu lebih mengetahui tentang orang-orang yang berbuat kerusakan. Dan jika mereka (tetap) mendustakan-mu (Muhammad), maka katakanlah, “Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu. Kamu tidak bertanggung jawab terhadap apa yang aku kerjakan dan aku pun tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan.(Q.S. Yunus/10: 40 - 41).  Tafsir  Dalam Kitab  Tafsir Jalalain, maksud QS. Yunus 40 adalah diantara mereka penduduk Mekkah ada orang-orang yang beriman kepada  Al-Qur’an. Hal ini diketahui oleh Allah dan diantara mereka ada pula orang-orang yang tidak beriman kepadanya untuk selama-lamanya. Tuhanmu lebih mengetahui tentang orang-orang yang berbuat kerusakan. Hal ini merupakan ancaman yang ditujukan kepada m...

KELAS X : MENJAGA KEHORMATAN DIRI DENGAN MENJAUHI PERGAULAN BEBAS DAN PERBUATAN ZINA (1)

Gambar
Pergaulan bebas dan semua perbuatan yang dapat mengarah ke perzinaan dilarang oleh Islam. Perbuatan tercela ini akan mengakibatkan hancurnya kehidupan pribadi dan merusak tatanan kehidupan masyarakat. Lebih dari itu, pelakunya akan dikucilkan oleh masyarakat dan mendapat laknat dari Allah Swt. dan Rasul-Nya. Islam tidak melarang untuk bergaul dengan banyak orang, tetapi Islam menganjurkan untuk bergaul dengan teman dan sahabat yang berakhlak mulia. Menurut Islam, pergaulan harus sesuai dengan nilai-nilai Islam serta tidak boleh melanggar norma dan etika. Islam membenci dan melarang pergaulan bebas, yaitu pergaulan yang tidak mempedulikan aturan agama, norma dan etika. Kemuliaan dan kehormatan diri harus dijaga dengan selalu berakhlak mulia. Lebih dari itu, kesempurnaan iman seseorang tercermin dari kesempurnaan akhlaknya. Banyaknya kasus hamil di luar nikah dan kekerasan seksual terjadi karena lemahnya iman. Kasus-kasus kekerasan seksual juga dipicu oleh gaya berpakaian yang tidak sesu...