Pergaulan bebas dan semua perbuatan yang dapat mengarah ke perzinaan dilarang oleh Islam. Perbuatan tercela ini akan mengakibatkan hancurnya kehidupan pribadi dan merusak tatanan kehidupan masyarakat. Lebih dari itu, pelakunya akan dikucilkan oleh masyarakat dan mendapat laknat dari Allah Swt. dan Rasul-Nya. Islam tidak melarang untuk bergaul dengan banyak orang, tetapi Islam menganjurkan untuk bergaul dengan teman dan sahabat yang berakhlak mulia.
Menurut Islam, pergaulan harus sesuai dengan nilai-nilai Islam serta tidak boleh melanggar norma dan etika. Islam membenci dan melarang pergaulan bebas, yaitu pergaulan yang tidak mempedulikan aturan agama, norma dan etika. Kemuliaan dan kehormatan diri harus dijaga dengan selalu berakhlak mulia. Lebih dari itu, kesempurnaan iman seseorang tercermin dari kesempurnaan akhlaknya.
Banyaknya kasus hamil di luar nikah dan kekerasan seksual terjadi karena lemahnya iman. Kasus-kasus kekerasan seksual juga dipicu oleh gaya berpakaian yang tidak sesuai dengan syariatIslam. Banyak wanita berpakaian, tetapi seperti telanjang sehingga mengundang terjadinya kemaksiatan.
Islam mengajarkan umatnya agar berpakaian yang menutup aurat. Aurat harus dijaga sebaik-baiknya sebab jika aurat terbuka atau sengaja dibuka untuk dipamerkan berarti telah merendahkan diri sendiri. Oleh karena itu, mari kita berpakaian yang rapi, sopan dan menutup aurat supaya kehormatan tetap terjaga.
Ayat–ayat berikut ini berisi pesan-pesan mulia tentang larangan pergaulan bebas dan perbuatan zina. Bacalah dengan tartil ayat-ayat yang mulia dibawah ini!
1. Q.S. al-Isra’/17: 32 tentang Larangan Pergaulan Bebas
 |
| terjemah per kata |
“Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.”
Imam Ahmad mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Yazid ibnu Harun, telah menceritakan kepada kami, Jarir, telah menceritakan kepada kami, Salim ibnu Amir, dari Abu Umamah, bahwa pernah ada seorang pemuda datang kepada Nabi Saw., lalu pemuda itu bertanya, “Wahai Rasulullah, izinkanlah aku berbuat zina.” Kaum yang hadir memusatkan pandangan mereka ke arah pemuda itu dan menghardiknya seraya berkata, “Diam kamu, diam kamu!”
Rasulullah Saw. bersabda, “Dekatkanlah dia kepadaku. ”Pemuda itu mendekati Rasulullah Saw. dalam jaraknya yang cukup dekat, lalu Rasulullah Saw. bersabda, “Duduklah!” Pemuda itu duduk, dan Nabi Saw. bertanya kepadanya, “Apakah kamu suka perbuatan zina dilakukan terhadap ibumu?” Pemuda itu menjawab, “Tidak, demi Allah, semoga Allah menjadikan diriku sebagai tebusanmu.” Rasulullah Saw. bersabda, “Orang lain pun tentu tidak suka hal tersebut dilakukan terhadap ibu-ibu mereka.”
Rasulullah Saw. bertanya, “Apakah kamu suka bila perbuatan zina dilakukan terhadap anak perempuanmu?”Pemuda itu menjawab, “Tidak, demi Allah, wahai Rasulullah, semoga diriku menjadi tebusanmu.”Rasulullah Saw. bersabda menguatkan, “Orang-orang pun tidak akan suka bila hal itu dilakukan terhadap anak-anak perempuan mereka.” Rasulullah Saw. bertanya, “Apakah kamu suka bila perbuatan zina dilakukan terhadap saudara perempuanmu?” Pemuda itu menjawab, “Tidak, demi Allah, semoga Allah menjadikan diriku sebagai tebusanmu.” Rasulullah Saw. bersabda menguatkan, “Orang lain pun tidak akan suka bila hal tersebut dilakukan terhadap saudara perempuan mereka.” Rasulullah Saw. bertanya, “Apakah kamu suka bila perbuatan zina dilakukan terhadap bibi (dari pihak ayah)mu?” Pemuda itu menjawab, “Tidak, demi Allah, semoga Allah menjadikan diriku sebagai tebusanmu.” Rasulullah Saw. bersabda, “Orang lain pun tidak akan suka bila perbuatan itu dilakukan terhadap bibi (dari pihak ayah) mereka.” Rasulullah Saw. bertanya, “Apakah kamu suka bila perbuatan zina dilakukan terhadap bibi (dari pihak ibu)mu? Pemuda itu menjawab, “Tidak, demi Allah, semoga Allah menjadikan diriku sebagai tebusanmu.” Rasulullah Saw. bersabda, “Orang lain pun tidak akan suka bila hal itu dilakukan terhadap bibi (dari pihak ibu) mereka.”
Kemudian Rasulullah Saw. meletakkan tangannya ke dada pemuda itu seraya berdoa: Ya Allah, ampunilah dosanya dan bersihkanlah hatinya serta peliharalah farjinya. Maka sejak saat itu pemuda tersebut tidak lagi menoleh kepada perbuatan zina barang sedikit pun.
Tela'ah
Ayat ini berisi larangan mendekati zina karena zina adalah perbuatan keji dan jalan yang buruk. Zina adalah persetubuhan antara laki-laki dan wanita yang tidak memiliki ikatan perkawinan yang sah. Begitu juga persetubuhan yang dilakukan oleh sesama laki-laki atau pun sesama perempuan disebut perbuatan zina. Perbuatan tersebut disingkat dengan istilah LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender). Lesbian adalah seorang perempuan yang tertarik dengan perempuan lain. Gay adalah seorang pria yang tertarik dengan pria lain atau sering disebut dengan homoseksual. Biseksual yaitu seseorang yang tertarik baik kepada pria maupun wanita. Sedangkan transgender yaitu orang yang identitas gendernya bukan laki-laki dan bukan perempuan atau gendernya berbeda dengan dokumen yang ditulis oleh dokter di surat kelahiran Sedangkan yang dimaksud perbuatan mendekati zina adalah semua perbuatan yang dapat mengakibatkan pelakunya terdorong melakukan zina.
Di antara contoh perbuatan mendekati zina adalah sebagai berikut :
a) melakukan pergaulan bebas, yaitu pergaulan yang tidak terikat oleh aturan norma dan agama;
b) mendekati tempat yang dapat merangsang nafsu syahwat;
c) melihat aurat dan mengkhayalkannya;
d) melihat film atau tayangan media yang mengundang syahwat; dan
e) membaca bacaan yang mengandung unsur-unsur yang dapat menimbulkan nafsu birahi.
Perbuatan-perbuatan di atas dapat menjerumuskan kedalam perbuatan zina. Zina adalah dosa besar yang dapat menghancurkan kehidupan pelakunya, keluarga, dan masyarakat. Oleh karena itu, Islam melarang perbuatan setan tersebut.
Memakai pakaian yang tidak menutup aurat juga akan mengundang nafsu syahwat. Sungguh amat disayangkan banyak orang mengumbar aurat dengan berpakaian mini dan ketat. Perhatikan Q.S. al-A’raf/7: 27 dibawah ini :
Artinya: “Wahai anak cucu Adam! Janganlah sampai kamu tertipu oleh setan sebagaimana halnya dia (setan) telah mengeluarkan ibu bapakmu dari surga, dengan menanggalkan pakaian keduanya untuk memperlihatkan aurat keduanya.”
Ayat di atas menceritakan peristiwa terbukanya aurat Adam dan Hawa. Para ulama menyimpulkan bahwa pada hakikatnya menutup aurat adalah fitrah manusia. Sejak semula, Adam dan Hawa tidak dapat saling melihat aurat masing-masing. Hal ini dikarenakan aurat mereka tertutup sehingga mereka sendiri pun tidak dapat melihatnya. Kemudian setan menggoda Adam dan Hawa agar memakan pohon terlarang. Akibatnya adalah aurat mereka yang semula tertutup menjadi terbuka. Adam dan Hawa menyadari bahwa auratnya terbuka sehingga mereka berusaha menutupinya dengan daun-daun surga. Usaha tersebut menunjukkan bahwa sejak awal penciptaannya manusia memiliki naluri untuk menutup aurat dengan cara berpakaian. Ide untuk membuka aurat adalah ide keliru yang bermaksud menjerumuskan manusia supaya ingkar kepada Allah Swt.
Sekian Materi untuk hari ini, untuk absensi silahkan klik link di bawah ini
untuk tugas bisa di cek dalam Kelas Google masing-masing.
Komentar
Posting Komentar