KELAS X : IMAN KEPADA MALAIKAT

Kualitas iman seseorang dapat dilihat dari sejauh mana ketaatannya kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya. Untuk dapat melaksanakan ketaatan kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya dibutuhkan pemahaman terhadap ajaran Islam. Dari sini dapat dikatakan bahwa iman dan ilmu saling berkaitan dan mutlak adanya. Keimanan seseorang akan lebih mantap jika didasari dengan ilmu. Orang berilmu akan terhindar dari sifat sombong dan sifat tercela lainnya apabila ada iman di hatinya.

Keimanan  akan  menjadi  energi  pendorong  untuk  menuntut  ilmu sehingga orang beriman dan berilmu menempati derajat tinggi dihadapan Allah Swt. Keimanan yang dibarengi dengan ilmu akan membuahkan amal saleh.  Dari  penjelasan  itu  dapat  disimpulkan  bahwa  keimanan,  ilmu  dan amal saleh merupakan modal untuk mencapai kehidupan bahagia di dunia hingga akhirat.

Keimanan akan tumbuh dan berkembang bila syariatIslam dilaksanakan dengan sepenuh hati. Enam rukun iman, salah satunya adalah iman kepada malaikat-malaikat Allah Swt. harus diamalkan dengan sepenuhnya guna memperoleh kesempurnaan iman.

1.  Makna Beriman kepada Malaikat

                Kata malaikat berasal dari bahasa Arab malak, jamaknya malaa’ikah. Kata malak berasal dari akar kata ‘alk atau ‘aluka yang artinya ‘risalah atau mengemban amanat’. Iman kepada malaikat memiliki empat unsur, yaitu:

a.  mengimani wujud dan penciptaan malaikat

                Malaikat merupakan makhluk Allah Swt yang berasal dari alam gaib, yang tercipta dari cahaya atau nur, seperti sabda Rasulullah Saw.

Artinya: ”Dari Aisyah r.a. Berkata Rasulullah Saw. bersabda: “Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari api yang menyala-nyala dan Adam diciptakan dari sesuatu yang telah disebutkan (ciri-cirinya) untuk kalian”.(H.R. Muslim)

Perihal wujudnya, al-Qur’an menjelaskan dalam Q.S. Fathir/35: 1 yang berbunyi:

Artinya: ”Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.”

Berdasarkan ayat tersebut dapat diketahui bahwa malaikat memiliki sayap, ada yang memiliki 2, 3 dan 4 sayap. Tentunya sayap-sayap yang dimaksud disini bukan sayap yang biasa dilihat pada burung. Sayap adalah lambang kekuatan yang memungkinkan makhluk dari alam gaib ini menunaikan tugasnya. Dengan sayap-sayapnya tersebut, setiap malaikat memiliki kecepatan gerak yang luar biasa. Firman Allah Swt. dalam Q.S. al Ma’arij/70: 4 menjelaskan:

Artinya: “Para malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan, dalam sehari setara dengan lima puluh ribu tahun.”

Maksud dari ayat tersebut adalah bahwasanya para malaikat di antaranya malaikat Jibril apabila menghadap Allah Swt., ia memerlukan waktu satu hari, tetapi apabila yang melakukan manusia, maka diperlukan waktu selama lima puluh ribu tahun.

Antara malaikat dan manusia berbeda alam. Oleh karena itu, manusia tidak mampu menangkap wujud malaikat. Namun demikian, atas izin Allah Swt. malaikat dapat menjelma dalam sosok tertentu dan dapat dilihat oleh mereka yang dipilih oleh Allah Swt., yaitu para rasul, seperti dijelaskan dalam Q.S. Hud/11: 69-70 yang berbunyi:

Artinya: “Dan para utusan Kami (para malaikat) telah datang kepada Ibrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengucapkan, “Selamat.” Dia (Ibrahim) menjawab, “Selamat (atas kamu).” Maka tidak lama kemudian Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang.” (69). Maka ketika dilihatnya tangan mereka tidak menjamahnya, dia (Ibrahim) mencurigai mereka, dan merasa takut kepada mereka. Mereka (malaikat) berkata, “Jangan takut, sesungguhnya kami diutus kepada kaum Luth.” (70)

Wujud malaikat tidak akan pernah berubah, tidak bertambah tua atau tidak bertambah muda. Kondisi malaikat sampai detik ini masih tetap sama, seperti ketika diciptakan oleh Allah Swt. 

b.  mengimani semua malaikat

Dari sekian banyak malaikat, hanya sedikit sekali yang namanya disebutkan dalam al-Qur’an atau hadis. Setiap orang yang beriman diwajibkan untuk mengimani seluruh keberadaan malaikat, baik yang keberadaannya disebutkan maupun yang tidak disebutkan dalam alQur’an. Ada malaikat yang disebutkan dalam al-Qur’an atau hadis, orang yang beriman wajib mengimaninya secara rinci, dengan malaikat yang tidak disebutkan namanya, cukup mengimaninya secara umum.

Adapun jumlah malaikat mencapai ribuan, bahkan jutaan. Namun berapa jumlah pastinyahanya Allah Swt. yang tahu. Bukti bahwa malaikat berjumlah ribuan, adalah Q.S. al-Anfal/8: 9

Artinya: “(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu, “Sungguh, Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.”

Di antara sekian banyak malaikat, ada sepuluh nama yang dikenal, yaitu sebagai berikut.

1)  Jibril, yaitu malaikat yang mengepalai seluruh malaikat. Nama lain malaikat Jibril adalah Ruhul Amin danRuhul Qudus. Malaikat Jibril bertugas menyampaikan wahyu kepada para nabi dan rasul.

2)  Mikail, yaitu bertugas membagikan rezeki kepada seluruh makhluk ciptaan Allah Swt.

3)  Izrail, yaitu malaikat yang bertugas mencabut nyawa seluruh makhluk Allah Swt.

4)  Israfil, yaitu malaikat yang bertugas meniup sangkakala pada saat tiba hari kiamat dan menjelang manusia dibangkitkan dari alam kubur.

5)  Raqib, yaitu malaikat yang bertugas mencatat segala ucapan dan perbuatan baik manusia.

6)  Atid, yaitu malaikat yang bertugas mencatat segala ucapan dan perbuatan jahat manusia.

7)  Munkar dan Nakir, malaikat yang bertugas mengadili manusia di alam barzakh. Kedua malaikat tersebut menanyakan segala sepak terjang si mayat selama hidup di dunia.

8)  Ridwan, yaitu malaikat yang bertugas menjaga pintu surga tempat manusia menerima imbalan dari ketaatan dan ketaqwaannya pada Allah Swt.

9)  Malik, yaitu malaikat yang bertugas menjaga pintu neraka tempat manusia menerima imbalan dari kedurhakaannya pada Allah Swt.

c.  Mengimani sifat-sifat malaikat

Satu hal yang penting untuk diperhatikan adalah bahwa sesuatu yang gaib tidak bisa dianalogikan dengan sesuatu yang tampak dan tidak bisa dijangkau oleh indera manusia dari semua sisi. Perihal sifat-sifatnya, malaikat merupakan hamba-Nya yang mulia, firman Allah Swt. dalam Q.S. al-Anbiya/21: 26


Artinya: “Dan mereka berkata, “Tuhan Yang Maha Pengasih telah menjadikan (malaikat) sebagai anak.” Mahasuci Dia. Sebenarnya mereka (para malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan.”

Dikatakan mulia, karena senantiasa tunduk dan patuh pada Allah Swt., taat pada apa yang diperintahkan-Nya, tak pernah durhaka sekalipun. Firman Allah Swt. dalam Q.S. at-Tahrim/66: 6

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”

Juga setiap saat sepanjang waktu para malaikat selalu bersujud dan bertasbih pada Allah Swt., firman Allah Swt. dalam Q.S. az Zumar/ 39: 75

Artinya: “Dan engkau (Muhammad) akan melihat malaikat-malaikat melingkar di sekeliling ‘Arsy, bertasbih sambil memuji Tuhannya; lalu diberikan keputusan di antara mereka (hamba-hamba Allah) secara adil dan dikatakan, “Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.”

Sifat-sifat lain yang harus diyakini oleh orang yang beriman terkait sifat-sifat malaikat adalah bahwa malaikat suci dari sifat-sifat jin dan manusia, seperti hawa nafsu, adanya rasa lapar, tidak makan dan minum, merasakan sakit, dan tidak tidur.

d.  Mengimani tugas-tugas malaikat

Tugas-tugas yang diemban oleh para malaikat, menurut al-Qur’an, antara lain adalah sebagai berikut.

1)  Membawa kebaikan dan menyebarkan rahmat dari Allah Swt.

“Demi (malaikat-malaikat) yang diutus untuk membawa kebaikan (1), dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya  (2), dan (malaikat-malaikat) yang menyebarkan (rahmat Allah) dengan seluas-luasnya (3), dan (malaikat-malaikat) yang membedakan (antara yang baik dan yang buruk) dengan sejelas-jelasnya (4), dan (malaikatmalaikat) yang menyampaikan wahyu (5).” (Q.S. al-Mursalat/77: 1-5)

Setiap kebaikan yang dilakukan adalah hasil dari dorongan malaikat.Al-Qur’an menjelaskan bahwa peran malaikat dan setan adalah untuk mendorong manusia ke arah dua jurusan kehidupan yang berlainan. Malaikat ke arah hidup yang baik dan mulia sementara setan ke arahhidup yang keji dan jahat. 

2)  Menyampaikan wahyu kepara para nabi dan rasul

“Dan sungguh, (Al-Qur’an) ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan seluruh alam (192), Yang dibawa turun oleh ar-Ruhul al-Amin (Jibril)(193).” (Q.S. asy-Syu’ara/26: 192-193)

Fungsi malaikat yang paling penting dan paling utama ialah menurunkan wahyu atau risalah Allah Swt. kepada para nabi. Para nabi bukan saja mendengar suara, tetapi melihatnya. Oleh karena itu terkadang nabi melihat malaikat dalam bentuk manusia, dan kadang dalam bentuk yang lain.

3)  Meneguhkan hati para nabi dan kaum mukmin

“…Kami beri Isa putra Maryam beberapa mukjizat dan Kami perkuat dia dengan Rohulkudus…” (Q.S. al-Baqarah/2: 253)

Tugas para malaikat yang diuraikan dalam al-Qur’an, untuk meneguhkan hati hamba-hamba Allah Swt. yang tulus baik nabi maupun yang bukan nabi, juga untuk menghibur mereka pada waktu mengalami kesulitan dan kesusahan. 

4)  Mendatangkan azab bagi umat yang zalim dan mengingkari ayat-ayatNya

“Maka bagaimana (nasib mereka) apa-bila malaikat (maut) mencabut nyawa mereka, memukul wajah dan punggung mereka?”  (Q.S. Muhammad/47: 27)

Fungsi malaikat meneguhkan hati kaum mukmin erat sekali hubungannya dengan melaksanakan hukuman Allah terhadap orang jahat karena jika dibandingkan antara orang tulus dan orang jahat, hukuman bagi orang jahat dan pertolongan bagi orang yang tulus adalah sama.

5)  Menolong manusia dengan memintakan ampun kepada Allah Swt.

“Hampir saja langit itu pecah dari sebelah atasnya (karena kebesaran Allah) dan malaikat-malaikat bertasbih memuji Tuhannya dan memohonkan ampunan untuk orang yang ada di bumi. Ingatlah, sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.”(Q.S. asy-Syura/42: 5)

Tugas malaikat yang lainnya adalah memberikan  syafaat dan mendoakan manusia baik yang beriman maupun yang tidak. Akan tetapi, doa malaikat menjadi lebih makbul jika berkenaan pada orang yang beriman. Adapun doa yang dilantunkan para malaikat adalah tentang ampunan atas kesalahan yang dilakukan oleh manusia. 

6)  Mencatat segala perbuatan manusia

“Dan sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu) (10), yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (amal perbuatanmu) (11), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan (12)." (Q.S. al-Infithar/82: 10-12)

Salah satu tugas malaikat adalah mengawasi semua yang dilakukan oleh manusia. Semua itu akan dicatat, baik terkait perbuatan baik maupun terkait dengan perbuatan yang tidak baik, sehingga tak ada satupun yang terlewati pengawasan dari malaikat. 

7)  Membantu meningkatkan rohaniah manusia, baik di dunia maupun akhirat

“Setiap orang akan datang bersama (malaikat) penggiring dan (malaikat) saksi.” (Q.S. Qaf/50: 21)

Sebagaimana manusia, para malaikat itu pun memiliki jadwal giliran dalam menjalankan tugas mereka. Rasulullah Saw. bersabda: “Para malaikat (yang bertugas pada) malam hari dan malaikat (yang bertugas pada) siang hari selalu bergantian mendatangi kalian. Mereka berkumpul ketika pada waktu salat Subuh dan Asar. Kemudian malaikat malam naik ke langit, lalu Tuhan mereka bertanya kepada mereka-padahal sesungguhnya Allah Maha Tahu: ‘Bagaiman keadaan hamba-hambaKu saat kalian tinggalkan?” Para malaikat menjawab: "Kami tinggalkan ketika mereka sedang salat, dan kami datangi mereka juga sedang salat”.(H. R. Muslim dari Abi Hurairah)

Terang sekali bahwa tugas atau fungsi malaikat ialah membantu perkembangan ruhani manusia. Malaikat mengemban wahyu ilahi, dan hanya dengan bantuan wahyu sajalah manusia mampu melaksanakan kehidupan ruhani dan mampu membuat kemajuan ruhani dengan mengembangkan daya-daya ruhaninya.

Dengan demikian, beriman kepada sesuatu itu pada hakikatnya membenarkan suatu prinsip sebagai landasan bagi perbuatan. Oleh karena itu, beriman kepada malaikat berarti membenarkan adanya kehidupan rohani. Orang yang beriman harus mengembangkan kehidupan rohani itu dengan jalan melakukan perbuatan yang sesuai dengan bisikan malaikat dan menggunakan daya kemampuan pemberian Allah Swt. dengan sebaik-baiknya.

2.  Perbedaan antara Malaikat dan Manusia

Malaikat dan manusia merupakan makhluk yang sama-sama diciptakan oleh Allah Swt. Itu merupakan persamaannya antara malaikat yang berasal dari alam gaib dan manusia dari alam  syahadah(nyata). Adapun perbedaannya dapat dilihat dari ber bagai sudut, di antaranya adalah berikut ini.

a.  Proses kejadian

Proses  kejadian,  firman  Allah  Swt.  dalam  Q.S.  al-Hijr/15:  26 menjelaskan:

Artinya: “Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk.”

Dari ayat tersebut dapat dijelaskan bahwa asal kejadian manusia berasal dari tanah, sedangkan asal kejadian malaikat tidak dijelaskan dalam al-Qur’an, tetapi dijelaskan di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Muslim yang berasal dari Aisyah r.a. malaikat diciptakan dari nur atau cahaya.

b.  Sifat-sifatnya

Manusia merupakan makhluk kasat mata, makhluk yang dapat ditangkap oleh panca indra, makhluk yang berjenis kelamin dan memiliki akal, nafsu dan perasaan sehingga manusia memiliki potensi untuk berpikir dengan menggunakan akalnya. Dengan nafsu yang dimilikinya, manusia memiliki keinginan untuk makan, minum, melakukan perkawinan. 

Dengan adanya perasaan, manusia dapat merasakan sedih, senang, gembira, gelisah, takut dan lain sebagainya. Manusia mengalami fase-fase dalam kehidupannya seperti anak-anak, remaja, dewasa dan tua, namun manusia tak dapat berubah wujud. 

Sementara itu malaikat merupakan makhluk alam gaib,makhluk yang tidak dapat ditangkap oleh panca indra, bukan perempuan dan bukan laki-laki, tidak memiliki nafsu dan perasaan sehingga malaikat tidak pernah merasakan lapar. 

Oleh karena malaikat tidak pernah makan dan minum, tidak pernah berkeinginan untuk kawin, malaikat tidak mengalami fase-fase perubahan sehingga sejak tercipta dan sampai sekarang tetap sama, tetapi malaikat dapat berubah wujud. Perbedaan lainnya yang sangat menonjol adalah malaikat merupakan makhluk Allah Swt. yang sangat patuh, sedangkan manusia ada yang patuh, namun banyak pula yang ingkar pada-Nya. 

c.  Kedudukan dan Keberadaan

Keberadaan manusia sangat berbeda dengan keberadaan malaikat. Apabila manusia dalam hidupnya senantiasa berada dalam jalan ketaqwaan, maka derajatnya akan melebihi derajat malaikat dikarenakan manusia bila  menempuh  jalan  ketaqwaan  harus  melakukan mujahadah an-nafs, sedangkan malaikat tidak perlu melakukan itu karena memang malaikat tidak memiliki hawa nafsu.

Adapun kedudukan manusia di muka bumi berdasarkan Q.S. al-Baqarah/2:  30  adalah  sebagai khalifahdi muka bumi. Sementara itu, kedudukan malaikat di sisi Allah Swt., antara lain, mengawasi gerak gerik perbuatan manusia, mencatat amal perbuatan baik atau buruk yang dilakukan manusia, mencabut nyawa manusia, mengajukan pertanyaan di alam barzakh, menyampaikan wahyu kepada para Nabi dan Rasul, atau melakukan tugas-tugas lainnya. 

3.  Tanda-Tanda Iman kepada Malaikat

Keimanan yang dimiliki seorang muslim harus dibuktikan, tidak cukup hanya dikatakan,termasuk iman kepada malaikat. Berikut ini merupakan tanda-tanda perilaku orang yang beriman kepada Malaikat.

a.  Menaati Allah dan Rasul-Nya

Mengimani malaikat berarti seseorang sudah mentaati perintah Allah dan Rasul-Nya, berarti pula meyakini bahwa malaikat merupakan makhluk Allah Swt. yang mulia yang senantiasa mematuhi perintah-perintah-Nya. Di antaranya adalah malaikat Jibril yang selalu jujur menyampaikan wahyu kepada para rasul, salah satunya yaitu Nabi Muhammad Saw. Oleh karena itu, sebagai orang yang beriman harus jujur dalam hidup, sekalipun tidak satupun manusia yang tahu, yakinilah malaikat senantiasa mengawasi perbuatan manusia. 

b.  Tidak mempersekutukan Allah Swt. dengan apapun

Perilaku syirikmerupakan salah satu bentuk dosa besar, perilaku yang senantiasa dihembuskan oleh setan agar manusia berpaling dari jalan yang benar. Meyakini bahwa Allah hanya satu merupakan tanda orang yang beriman kepada malaikat. 

c.  Mematuhi ajaran-ajaran yang terdapat dalam al-Qur’an

Al-Qur’an merupakan sumber hukum Islam yang pertama dan utama dalam ajaran Islam. Al-Qur’an itu sendiri merupakan firman Allah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Saw. melalui perantaraan malaikat Jibril. Oleh karena itu, sebagai orang yang beriman, bila ingin menemukan kebenaran yang sejati, maka harus menanamkan sikap disiplin untuk membaca, mengkaji al-Qur’an, itulah bukti orang yang beriman pada malaikat. 

d.  Melaksanakan syariat Islam

Tanggung jawab seorang muslim adalah melaksanakan syariatIslam, melaksanakan perkara-perkara yang wajib dan meninggalkan perkara-perkara yang haram dan makruh. Melaksanakan syariat Islam merupakan bukti orang yang beriman pada malaikat.

4.  Perilaku orang yang beriman kepada Malaikat

Malaikat adalah makhluk yang berasal dari dimensi lain keberadaannya tidak mampu ditangkap oleh panca indra manusia. Namun, sebagai orang yang beriman, keberadaannya diyakini sehingga dari keyakinan tersebut mampu melahirkan sikap dalam bentuk sebagai berikut:

a.  Selalu berhati-hati dalam segala perbuatan

Firman Allah Swt. dalam Q.S. ar-Ra'd/13: 11

Artinya: ”Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” 

Maksud dari ayat di atas adalah bahwa orang yang mengimani malaikat harus selalu berhati-hati dalam bersikap (mawas diri) karena semua yang dilakukan, pasti diperhatikan dan dilihat oleh malaikat Raqib dan Atid. 

b.  Selalu berbuat positif

Berbuat sesuatu yang bersifat positif merupakan aktivitas yang akan dilakukan orang yang beriman kepada malaikat karena malaikat akan mencatatnya sebagai sebuah kebaikan yang akan dihitung pada yaumul hisab kelak. 

c.  Menghiasi diri dengan akhlak mulia

Buah dari iman dan Islam yang benar adalah dimilikinya akhlakul karimahpada diri seseorang. Berakhlak mulia berarti bahwa orang beriman menerapkan perilaku yang baik, seperti jujur, disiplin, tanggung jawab dan lain sebagainya. 

5.  Hikmah Beriman kepada Malaikat

Dengan meyakini adanya malaikat, walaupun pancaindra manusia tidak mampu menangkap wujudnya, bagi seseorang yang mengimaninya akan menimbulkan berbagai faedah, di antaranya:

a.  Dapat mengetahui keagungan Allah Swt., dan kebesaran-Nya. Kebesaran makhluk yang bernama malaikat pada dasarnya merupakan keagungan dari sang Pencipta malaikat yaitu Allah Swt.

b.  Melahirkan  rasa  syukur  pada  Allah  Swt.  yang  sudah  memberikan perhatian-Nya terhadap manusia dengan diutusnya malaikat dalam rangka mengawasi manusia dengan mencatat amal-amal yang sudah dilakukan manusia dan berbagai bentuk kebaikan yang lain.

c.  Tumbuhnya rasa cinta kepada para malaikat disebabkan ketaatan dan kepatuhan para malaikat yang tidak pernah ingkar dan durhaka kepada Allah Swt., selain itu setiap kehidupan manusia tidak pernah lepas hubungannya dengan tugas malaikat.

d.  Terhindar dari perilaku percaya terhadap takhayuldan khurafat, perilaku demikian biasanya menyelimuti diri orang-orang yang tidak mengimani pada hal-hal yang bersifat gaib.

e.  Menumbuhkan perilaku istiqamahdalam menjalankan  syariat. Orang yang beriman pasti menyadari keberadaan malaikat dalam kehidupannya sehingga ada rasa takut dan malu bila melanggar perintah Allah Swt.

f.  Melahirkan sikap disiplin, jujur dan bertanggung jawab dalam berjuang untuk melakukan kebaikan walaupun dirasa berat untuk melakukannya karena harus melawan nafsu yang berada dalam diri. Dari sikap jujur, disiplin, dan bertanggung jawab inilah kemudian lahir sikap teliti dan waspada untuk tidak terjebak pada perbuatanperbuatan yang termasuk kategori menyalahi aturan syariat.

RANGKUMAN

1.  Iman kepada malaikat adalah mempercayai dan meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah Swt. telah menciptakan malaikat yang ditugaskan mengawasi manusia dan menjalankan tugas-tugas tertentu lainnya.

2.  Unsur-unsur dalam mengimani malaikat di antaranya mengimani wujud dan proses penciptaannya, mengimani semua malaikat yang dikenal atau yang tidak dikenal, mengimani sifat-sifatnya dan tugas-tugas yang diemban oleh para malaikat.

3.  Perbedaan antara malaikat dan manusia terletak pada (1) alam hidupnya; malaikat berada di alam gaibdan manusia di alam syahadah; (2) proses penciptaannya; manusia berasal dari tanah dan malaikat dari cahaya; (3) sifat-sifatnya; malaikat adalah makhlukyang sangat patuh, sementara manausia ada yang beriman dan ada pula yang ingkar; (4)kedudukannya; manusia sebagai khalifahdi muka bumi dan malaikat bertugas mengawasi manusia dan keberadaan manusia bila menempuh jalan ketakwaan akan melebihi derajat malaikat.

4.  Tanda-tanda orang yang mengimani malaikat akan terlihat pada perilakunya yang senantiasa taat pada Allah dan Rasul-Nya, tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, mematuhi ajaran-ajaran yang terdapat dalam al-Qur’an dan melaksanakan syariat-Nya.

5.  Perilaku orang yang beriman kepada malaikat adalah selalu berhatihati ketika akan berbuat sesuatu karena ada malaikat yang senantiasa mengawasi, selalu berbuat positif dan menghiasi diri dengan akhlakul karimah.

6.  Manfaat beriman kepada malaikat adalah mengetahui keagungan Allah Swt, menumbuhkan sikap syukur, mencintai malaikat, menghindari perilaku yang mengarah pada percaya pada takhayuldan khurafat, menjadi istiqamahdan melahirkan sikap jujur, disiplin dan bertanggung jawab.

Sekian materi tentang iman kepada Malaikat, silahkan isi Absensi dengan link yang tertera di bawah ini :



Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUMBER HUKUM ISLAM (AL-QUR'AN)

KELAS XI : BERKOMPETISI DALAM KEBAIKAN DAN ETOS KERJA