KELAS XI : IMAN KEPADA RASUL

IMAN KEPADA RASUL



1. Pengertian

Seringkali dalam kehidupan sehari-hari, kita mendengar istilah Rasul dan Nabi. Apa perbedaannya? Dari segi bahasa, kata Nabi dalam Kitab lisanul Arab berasal dari bahasa Arab, yaitu al-Nabiy yang merupakan turunan dari lafadz al-naba (berita). Nabi yang membawa berita, kabar, dan wahyu kepada kaumnya. Hal ini bisa ditemukan dalam Q.S. al-Naba’/78: 2. Dinamakan nabi, karena menyampaikan berita. Rasul mempunyai arti utusan. Hal ini bisa dilihat dalam Q.S. an-Naml/27: 35. Persamaan antara nabi dan rasul adalah sama-sama utusan dari Allah Swt.

Sedangkan menurut istilah, perbedaan antara rasul dan nabi sebagai berikut.

Perbedaan Nabi dan Rasul

Nah, sekarang ada yang tahu, apa yang dimaksud dengan Iman kepada   Rasul Allah? Iman kepada  Rasul Allah adalah mempercayai, meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah telah benarbenar mengutus Rasul-  Rasul Allah yang ditugaskan untuk membimbing umatnya ke jalan yang benar agar selamat di dunia dan akhirat.

2.  Dalil Naqli

Adapun di antara dalil naqli Iman kepada  Rasul Allah adalah 

Q.S. al-Nisā/4: 136


Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya (Muhammad) dan kepada Kitab ( Al-Qur’an) yang diturunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barangsiapa ingkar kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sungguh, orang itu telah tersesat sangat jauh(Q.S. al-Nisā/4: 136).

Dari ayat di atas menegaskan bahwa orang-orang beriman harus beriman kepada Allah,  Rasul Allah, Kitab  Al-Qur’an dan Kitab sebelum Al-Qur’an. Anda tentu termasuk orang yang beriman bukan?

Hadits Nabi Mumamad Saw.

Artinya: Dari Umar r.a, bahwa Rasulullah bersabda : Iman itu ialah engkau beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasulNya, hari Akhir, juga beriman terhadap ketentun-Nya, yang baik dan yang buruk.” (HR.  Muslim Nomor 9)

Dari dalil naqli di atas menegaskan bahwa sebagai orang yang beriman harus beriman kepada  Rasul Allah dengan baik. 

3.  Jumlah dan Nama-Nama Nabi

Berapa jumlah nabi dan rasul Allah? Dalam hadits Nabi Muhammad Saw. disebutkan, “Dari Abu Umamah, Abu Dzar berkata: “Aku bertanya: “Wahai Rasululllah, berapakah jumlah Nabi? Beliau menjawab: 124.000 Nabi. Dari jumlah ini terdapat 315 rasul; dan itu adalah jumlah yang sangat banyak (HR. Ahmad). Dalam hadits lain disebutkan lebih dari 310 rasul. Adapun jumlah Nabi dan   Rasul Allah Swt. yang disebutkan dalam Al-Qur’an adalah 25 (dua puluh lima). Secara lengkap bisa dilihat dalam kotak di bawah ini:

Terkait dengan jumlah Nabi dan Rasul masih banyak yang tidak diketahui. Hal ini ditegaskan Allah Swt. dalam QS. Gha­fir/40: 78

Artinya: Dan sungguh, Kami telah mengutus beberapa rasul sebelum engkau (Muhammad), di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antaranya ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu. Tidak ada seorang rasul membawa suatu mukjizat, kecuali seizin Allah. Maka apabila telah datang perintah Allah, (untuk semua perkara) diputuskan dengan adil. Dan ketika itu rugilah orang-orang yang berpegang kepada yang batil.(Q.S. Gha­fr/40: 78).

Dari ayat di atas diketahui bahwa ada Nabi dan Rasul selain yang disebutkan dalam hadits Nabi Muhammad Saw. Sebagai orang yang beriman, kita harus meyakini bahwa Allah Swt. juga telah mengutus para Nabi dan Rasul lainnya yang tidak diketahui.

4. Sifat-Sifat Nabi

Setiap nabi dan rasul mempunyai sifat di bawah ini:

a. Shiddiq artinya benar. Segala sesuatu yang diucapkan oleh para nabi adalah kebenaran dan tidak mungkin melenceng dari kenyataan. Allah Swt. menyifati para Nabi-Nya dengan  kejujuran. Contoh  kejujuran Nabi Idris a.s. ditegaskan dalam Q.S. Maryam/19: 56,  kejujuran Nabi Ibrahim a.s. diterangkan dalam Q.S. Maryam/19: 41, dan  kejujuran Nabi Muhammad Saw. dijelaskan dalam Q.S. alAhzāb/33: 22;

b. Amanah artinya dapat dipercaya. Nabi dan Rasul harus menyampaikan seluruh perintah Allah dan larangan-Nya kepada hamba-hamban-Nya tanpa menambah ataupun mengurangi, tanpa mengubah atau mengganti;

c. Tabligh artinya menyampaikan. Tugas pertama   Rasul Allah adalah menyampaikan kepada umatnya. Nabi dan Rasul telah menyampaikan sepanjang hari tanpa mengenal lelah dan bosan, sehingga, hujah dapat ditegakkan di tengah-tengah kaum;

d. Fathanah artinya cerdas. Sifat-sifat ini sangat jelas dalam  Al-Qur’an di dalam sejarah para nabi dan rasul.

Sifat-sifat di atas disebut dengan sifat wajib rasul, sifat yang pasti dimiliki seorang. Kebalikan sifat wajib adalah sifat mustahil, sifat yang tidak mungkin dimiliki seorang rasul. Adapun sifat mustahil rasul adalah:

a. Kidzib artinya berdusta. Maksud kata kidzib yaitu Rasul tidak mungkin berdusta dalam ucapan maupun perbuatan;

b. Khianat artinya ingkar janji. Maksud kata khianatyaitu Rasul tidak mungkin berkhianat terhadap yang telah diamanahkan kepadanya;

c. Kitman artinya menyembunyikan. Maksud kata kitman yaitu Rasul tidak mungkin menyembunyikan wahyu yang telah diterima;

d. Baladah artinya bodoh. Maksud kata baladahyaitu Rasul tidak mungkin itu bodoh. Rasul adalah pribadi yang cerdas. Dari sifat wajib dan mustahil tersebut dapat dilihat dalam tabel berikut ini :

5.  Tugas Rasul

Rasul Allah mempunyai tugas mulia dalam menyampaikan risalah-Nya. Di bawah ini adalah tugas rasul Allah.

a.  Menyampaikan amanat Allah dengan jelas

Para rasul adalah duta-duta Allah yang diutus kepada para hamba-Nya. Mereka adalah para pembawa wahyu Allah. Tugas utamanya menyampaikan amanat yang diembannya kepada manusia.

Allah Swt. ber­firman: Wahai Rasul! Sampaikanlah apa yang diturunkan Rabbmu kepadamu. Jika tidak engkau lakukan (apa yang diperintahkan itu) berarti engkau tidak menyampaikan amanat-Nya. Dan Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir”(Q.S. AlMaidah/5: 67).

b.  Menyeru umatnya kepada Allah

Para rasul mempunyai tugas untuk menyeru kepada umatnya agar menyembah Allah Swt.

Artinya: Dan Kami tidak mengutus seorang Rasul pun sebelum engkau (Muhammad). Melainkan Kami wahyukan kepadanya, bahwa tidak ada ilah (yang berhak disembah), maka sembahlah Aku(Q.S. al-Anbiyā’/21: 25). 

c.  Membawa kabar gembira dan memberi peringatan

Dalam mengemban tugas, rasul Allah ditugaskan untuk menyampaikan kabar gembira dan juga peringatan kepada umatnya. Mengapa? Dalam berdakwah kepada Allah sangat erat dengan penyampaian kabar gembira dan peringatan (ancaman). Hal ini sesuai dengan Q.S. al-Kahf/18: 56

Artinya: Dan Kami tidak mengutus Rasul-Rasul melainkan sebagai pembawa kabar gembira dan memberi peringatan…. (Q.S. alKahf/18: 56)

d. Nabi Muhammad Saw. menyampaikan risalah untuk rahmat bagi alam semesta, sebagaimana Firman Allah Swt.

Artinya: “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.”(Q.S. al-Anbiyā’/21: 107).

e. Manusia lebih mengenal hakikat dirinya bahwa manusia diciptakan Allah adalah untuk mengabdi dan menyembah kepada Allah Swt.

Artinya: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (Q.S. al-Zāriyāt/51: 56). 

RANGKUMAN

1.  Iman  kepada  Rasul Allah adalah mempercayai, meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah telah benar-benar mengutus Rasul- Rasul Allah yang ditugaskan untuk membimbing umatnya ke jalan yang benar, agar selamat di dunia dan akhirat.

2. Sifat wajib rasul adalah shiddiq, amanah, tabligh,  dan fathanah  Sedangkan sifat mustahilnya adalah  kidzib, khianat, kitman,dan baladah.

3. Tugas  Rasul Allah adalah: menyampaikan amanat Allah dengan jelas, menyeru umatnya kepada Allah, membawa kabar gembira dan memberi peringatan, menyampaikan risalah untuk rahmat bagi alam semesta.

4.  Penerapan dalam beriman kepada rasul Allah adalah membentuk karakter religius, jujur, peduli sosial, tanggung jawab, dan kreatif.

Sekian Materi untuk Iman Kepada Rasul, untuk Absensi silahkan klik Link di bawah ini :

Absensi Kelas XI, 15 Maret 2021

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUMBER HUKUM ISLAM (AL-QUR'AN)

KELAS XI : BERKOMPETISI DALAM KEBAIKAN DAN ETOS KERJA